Lompat ke konten

Taxologist, sebuah peran baru

  • oleh

Pernahkah Anda mendengar kata “taxologist”? Jika Anda mengira itu terkait dengan pajak (tax dalam bahasa Inggris), Anda benar. Namun, jika Anda mengira itu adalah seorang ilmuwan perpajakan karena ada sufiks “logi” yang berasal dari bahasa Yunani (logia) yang dapat berarti ilmu atau pengetahuan, maka Anda tidak tepat.

Sebenarnya, “taxologist” adalah istilah yang muncul dari gabungan kata “tax” (pajak) dan “technology” (teknologi). Beberapa orang menggunakan istilah “taxnologist” untuk mengungkapkan konsep yang sama, tetapi dalam 5 tahun terakhir, istilah “taxologist” lebih sering muncul dan dicari berdasarkan Google Trends. Jadi, mari kita gunakan istilah “taxologist.”

Thomson Reuters mulai menggunakan istilah “taxologist” sejak tahun 2015, untuk merujuk kepada “seorang profesional pajak yang sangat mahir dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan efektivitas fungsi pajak.” Mereka adalah individu yang berurusan dengan pajak namun memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi sehingga dapat menjalankan tugas mereka secara efisien.

Sebelum kita membahas lebih lanjut, mari kita jawab pertanyaan dasar: mengapa pajak harus dipadukan dengan teknologi? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat sejarah. Peradaban telah menjadi lebih efisien dan berubah dengan cepat sejak Revolusi Industri. Saat ini, kita berada di era Revolusi Industri 4, yang ditandai dengan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Big Data, blockchain, API, Robotic Process Automation (RPA), Artificial Intelligence (AI), virtual reality (VR), dan Machine Learning (ML).

Dunia bisnis menjadi semakin kompleks dan cepat, dengan teknologi memungkinkan munculnya model bisnis baru seperti ekonomi berbagi (Uber, Gojek, Airbnb), platform e-commerce (eBay, Alibaba, Tokopedia), pembayaran elektronik (PayPal, blockchain, e-money, OVO), dan banyak transaksi dengan volume dan kecepatan yang tinggi, yang menghasilkan konsep “big data” dengan 4V (kecepatan, variasi, volume, ketepatan). Oleh karena itu, penggabungan pajak dan teknologi menjadi kunci untuk efisiensi dan adaptasi dalam dunia bisnis yang terus berubah.

Lanjut dengan pertanyaan berikutnya, siapa yang memerlukan seorang taxologist? Mari kita ambil contoh sebuah perusahaan besar yang memiliki banyak cabang dan transaksi. Bayangkan sebuah perusahaan besar ritel non-eceran yang memiliki 100 cabang yang tersebar di berbagai kota. Perusahaan ini melakukan jutaan transaksi tiap tahun, dengan rata-rata nilai transaksi sekitar 50.000,- Setiap hari, mereka menghasilkan sekitar 2730 transaksi. Omzet tahunan perusahaan mencapai sekitar 50 juta.
Bagaimana mereka dapat menjalankan administrasi bisnis dan memenuhi semua kewajiban perpajakannya dengan efisien? Jika dilakukan secara konvensional, perusahaan harus mempekerjakan banyak staf keuangan yang paham tentang perpajakan untuk mengurus setiap cabang dan pusatnya, yang tentu saja mahal.

Inilah di mana seorang taxologist masuk ke dalam permainan. Mereka adalah ahli yang memahami baik perpajakan dan teknologi. Mereka dapat mengembangkan solusi menggunakan teknologi untuk mengatasi tantangan ini.

Sekarang, pertanyaannya adalah bagaimana perusahaan ini dapat menjalankan administrasi bisnisnya sekaligus memenuhi semua kewajiban perpajakannya dengan cara yang efisien? Jika perusahaan ini mengikuti pendekatan konvensional, mereka harus mempekerjakan lebih dari 100 staf keuangan yang paham tentang perpajakan untuk mengurus setiap cabang dan pusatnya. Ini akan menghasilkan biaya yang sangat tinggi.

Solusinya adalah dengan memanfaatkan teknologi, seperti membuat aplikasi Point-of-Sales (POS) yang terpusat untuk mencatat setiap transaksi di semua cabang. Kemudian, aplikasi ini dapat terhubung ke aplikasi pembukuan dan sistem persediaan perusahaan, serta sistem manajemen kepegawaian. Semua ini menghasilkan Enterprise Resource Planning (ERP) yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola semua aspek bisnisnya secara terintegrasi.

Namun, tantangan perpajakan belum selesai. Seorang taxologist dapat menggabungkan aplikasi perpajakan ke dalam ERP ini, membuatnya berjalan secara otomatis. Ini memerlukan pemahaman mendalam tentang basis data, otomatisasi proses, dan integrasi antar aplikasi.

Dengan bantuan seorang taxologist, perusahaan dapat memastikan bahwa semua faktur pajak dan bukti potong dibuat dengan benar, laporan keuangan disusun secara efisien, dan semua kewajiban perpajakan dipenuhi dengan tepat waktu. Mereka menggabungkan keahlian dalam perpajakan dan teknologi untuk menciptakan solusi yang memudahkan perusahaan dalam menghadapi kompleksitas bisnis modern.

Jadi, seorang taxologist bukan hanya relevan bagi wajib pajak, tetapi juga bagi regulator pemerintah dan industri sebagai penyedia teknologi. Mereka adalah jembatan antara dunia perpajakan dan kemajuan teknologi, membantu semua pihak mengatasi tantangan yang semakin kompleks dalam mengelola aspek perpajakan dalam bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID